Surya yang Terbenam di Trowulan: Runtuhnya Langit Majapahit
Agar bisa baca buku, silakan Masuk dulu!
MasukSurya yang Terbenam di Trowulan: Runtuhnya Langit Majapahit
Rp 220.000,00
"Ketika darah lebih kental daripada tinta sejarah, dan dendam lama membakar istana yang suci."
Trowulan, 1468. Di bawah langit yang membara, sebuah pengkhianatan besar merobek jantung Majapahit. Bhre Kertabhumi merebut takhta, memaksa Dyah Suraprabhawa melarikan diri ke Daha dalam kehinaan. Di tengah kemelut itu, Sena, seorang ksatria setia, terjepit di antara sumpah prajurit dan kenyataan pahit bahwa kekaisaran yang ia cintai sedang membusuk dari dalam.
Tiga puluh tahun kemudian, fajar baru menyingsing di Demak Bintoro bersama Raden Patah, sementara di pedalaman Daha, Girindrawardhana Ranawijaya memelihara dendam yang menanti saatnya untuk meledak. Ini bukan sekadar perang perebutan wilayah, melainkan benturan antara kemurnian tradisi masa lalu dengan arus perubahan zaman yang tak terbendung.
Melalui catatan sejarah yang jeli dan narasi yang liris, penulis mengajak kita menyaksikan detik-detik terakhir redupnya Sang Surya Majapahit. Sebuah kisah epik tentang kehormatan, tragedi keluarga, dan perpisahan abadi di ambang runtuhnya langit Trowulan.
Judul: Surya yang Terbenam di Trowulan: Runtuhnya Langit Majapahit
Penulis: Sri Endang Susetiawati
Penerbit: Srie Digital Media
Ukuran buku: A5 (14,8 x 21 cm)
Kertas: Bookpaper 55
Cover: Softcover Glossy
Halaman: 405


