Mudik Lebaran Bani Mbah Surip
(0 User reviews)
105
Sriedigital Media
2026
507
Buku ini mengisahkan fenomena mudik lebaran yang menjadi wajib bagi kebanyakan keluarga perantau. Mereka harus pulang ke kampung halaman, bukan hanya untuk menemui orang tua, tapi juga untuk menunjukkan keberhasilannya merantau kepada orang-orang di kampung asalnya.
Agar bisa baca buku, silakan Masuk dulu!
Masuk
Mudik bukan sekadar pulang, tapi pembuktian.
Bagi Bani Mbah Surip, Lebaran adalah panggung teater tahunan di mana martabat keluarga dipertaruhkan. Sugeng, sang Ketua RT, rela menyulap mobil tuanya—"Si Tua"—menjadi truk logistik yang mengangkut kasur busa "Hutan Jati" hanya demi pernyataan sikap: orang Jakarta harus sukses! Di rumah sebelah, Aris berjuang berebut tiket kereta api dan menyiapkan amplop-amplop tebal, meski saldo ATM-nya sudah berteriak minta tolong.
Namun, jalanan menuju Desa Sumber Bahagia tak pernah ramah pada gengsi. Di antaranya radiator yang demam, hingga teror foto takjil di Grup WhatsApp keluarga, mereka dipaksa menelan kenyataan pahit bahwa kota telah mengubah mereka menjadi orang asing.
Akankah mereka sampai di pelukan Mbah Surip dengan kepala tegak, atau justru hancur di tengah kemacetan yang meruntuhkan harga diri?
Sebuah kisah komedi satir yang hangat tentang perjuangan kita semua yang rela bangkrut demi satu kata: Pulang.
There are no reviews for this eBook.
There are no comments for this eBook.
You must log in to post a comment.
Log in


