Novel Kubah Terakhir Abbasiyah: Tujuh Hari yang Membakar Baghdad
Agar bisa baca buku, silakan Masuk dulu!
MasukNovel Kubah Terakhir Abbasiyah: Tujuh Hari yang Membakar Baghdad
Rp 225.000,00
433 halaman
B5 (17,6 x 25 cm)
Hardcover glossy
Bookpaper 55
Baghdad, 1258. Ketika Khalifah Al-Musta'sim menutup mata dari kenyataan, dan Wazir Ibn al-Alqami merancang sujud pasrah, di depan gerbang kota, Hulagu Khan telah menyalakan api neraka. Mesin perang terbesar di kolong langit bersiap menutup tirai emas sebuah zaman.
Novel sejarah ini membawa Anda ke jantung pengepungan paling berdarah dalam sejarah:
• Saksikan duka Tariq, sang pustakawan Bayt al-Hikmah, saat jutaan manuskrip dicampakkan ke Sungai Tigris hingga airnya menghitam oleh tinta.
• Rasakan amarah Faris, perwira istana yang dikhianati oleh ketamakan rajanya sendiri, dan kini harus bertarung di antara puing-puing kota demi menjaga satu-satunya hal yang tersisa: kehormatan.
Diterjang oleh keputusasaan dan api, keduanya harus memilih: menyerah pada takdir kepunahan, atau menyelamatkan sisa-sisa ingatan peradaban melintasi padang gurun gersang hingga ke benteng terakhir yang menolak takluk: Kairo.
"Pedang para penakluk telah patah menjadi karat, namun pena kami... pena ini tidak akan pernah patah."


