SEJARAH KORUPSI DAN PEMBUSUKAN NEGARA: Dari Dinasti Kuno, Kongsi Dagang hingga Kartel Partai Politik

(0 User reviews)   118
Rachman SDM 2026
389
Buku ini menunjukkan bahwa peralihan dari monarki absolut menuju bilik suara modern tidak otomatis melenyapkan nafsu penjarahan kekuasaan. Upeti emas di bilik tidur kaisar sekadar berganti rupa menjadi aliran dana gelap ke rekening bank luar negeri; penjualan tanah lungguh bermutasi menjadi kavling proyek infrastruktur; dan titah raja menjelma menjadi undang-undang pesanan para oligark.
Beli Buku Rp215.000
Share

Agar bisa baca buku, silakan Masuk dulu!

Masuk
SEJARAH KORUPSI DAN PEMBUSUKAN NEGARA: Dari Dinasti Kuno, Kongsi Dagang hingga Kartel Partai Politik Penulis: Abdurrachman Al Hakim 389 halaman, B5 (17,6 x 25 cm), Hardcover Glossy, Bookpaper 55 Peradaban besar hampir tidak pernah dibunuh dari luar; mereka hampir selalu membunuh diri mereka sendiri dari dalam. Sepanjang sejarah, narasi keruntuhan imperium kerap disederhanakan menjadi bencana alam, perang saudara berdarah, atau invasi serdadu musuh dari seberang perbatasan. Namun, penelusuran kritis atas lembaran arsip fiskal dan risalah peradilan lintas zaman menyingkap fakta yang jauh lebih kelam: musuh luar hanyalah ketukan penutup bagi negara yang fondasi moral, sosial, dan hukumnya telah lama lapuk digerogoti perburuan rente (rent-seeking). Melalui telaah ekonomi-politik kelembagaan yang tajam dan komparatif, buku ini membongkar anatomi pembusukan negara melintasi enam episentrum sejarah: Kekaisaran Romawi Barat: Saat pertahanan dialihdayakan ke tentara bayaran dan oligarki memusatkan tanah demi menghindari pajak. Dinasti Qing era Qianlong: Megahnya ilusi kemakmuran yang keropos oleh pelembagaan pungli sistematis dan komodifikasi jabatan pejabat korup. Kongsi Dagang VOC: Skema ponzi korporasi berpiagam pertama di dunia yang bangkrut di bawah beban dividen fiktif dan korupsi berjemaah. Keraton Mataram dan Banten: Ironi penggadaian kedaulatan tanah dan perniagaan rakyat demi membiayai perang suksesi dan nafsu takhta dinasti. Republik Weimar: Rapuhnya fasad demokrasi parlementer yang disandera perampokan anggaran dan skandal pembiayaan politik, membukakan pintu bagi kediktatoran fasisme. Republik Pertama Italia: Kartelisasi sindikat Tangentopoli yang mengubah partai politik menjadi predator kas negara hingga berujung pada kepunahan massal partai-partai pendiri bangsa. Sejarah Korupsi dan Pembusukan Negara menunjukkan bahwa peralihan dari monarki absolut menuju bilik suara modern tidak otomatis melenyapkan nafsu penjarahan kekuasaan. Upeti emas di bilik tidur kaisar sekadar berganti rupa menjadi aliran dana gelap ke rekening bank luar negeri; penjualan tanah lungguh bermutasi menjadi kavling proyek infrastruktur; dan titah raja menjelma menjadi undang-undang pesanan para oligark. Ditulis dengan kedalaman riset dan narasi yang memikat, karya ini bukan sekadar rekaman masa lalu yang kelam, melainkan kompas peringatan dini (early warning system) bagi siapa pun yang peduli pada tegaknya hukum, integritas republik, dan kelangsungan hidup peradaban kita hari ini. “Kekuasaan yang dibeli dengan uang akan selalu memprivatisasi keuntungan dan mensosialisasikan kehancuran kepada rakyat jelata.”

There are no reviews for this eBook.

0
0 out of 5 (0 User reviews )

Add a Review

Your Rating *
There are no comments for this eBook.
You must log in to post a comment.
Log in

Buku Terkait