PAJAJARAN di Tengah Badai Sejarah
Agar bisa baca buku, silakan Masuk dulu!
MasukPAJAJARAN di Tengah Badai Sejarah
Rp 220.000,00
"Pajajaran tidak runtuh karena pengepungan, ia abadi dalam perlawanan."
Tahun 1527, Nusantara berada di persimpangan zaman. Di Timur, sisa-sisa Majapahit mulai meredup. Di Pesisir, panji-panji Islam berkibar dengan kekuatan baru. Di tengah himpitan itu, Prabu Surawisesa berdiri di atas parit raksasa Pakuan, menatap laut yang tak lagi miliknya.
Ini adalah
PAJAJARAN di Tengah Badai
Rp 220.000,00
"Pajajaran tidak runtuh karena pengepungan, ia abadi dalam perlawanan."
Tahun 1527, Nusantara berada di persimpangan zaman. Di Timur, sisa-sisa Majapahit mulai meredup. Di Pesisir, panji-panji Islam berkibar dengan kekuatan baru. Di tengah himpitan itu, Prabu Surawisesa berdiri di atas parit raksasa Pakuan, menatap laut yang tak lagi miliknya.
Ini adalah kisah tentang sebuah imperium yang menolak untuk tunduk. Tentang Sri Baduga Maharaja yang membangun peradaban dengan cinta, dan putranya, Surawisesa, yang harus menjaganya dengan darah. Dari kesepakatan rahasia di Malaka hingga dentuman meriam di Sunda Kelapa; dari kemegahan istana yang hilang hingga mitos Nyi Roro Kidul yang menjaga rahasia samudra.
Ketika sejarah mencatat kehancuran fisik sebuah kerajaan, buku ini mengungkap kelahiran sebuah ruh yang tak pernah mati. Sebuah perjalanan melintasi waktu untuk menemukan kembali jati diri yang terukir di batu, mengalir di sungai, dan bersemayam dalam setiap helai napas manusia Sunda.
Sebab Pajajaran bukan sekadar nama pada peta—ia adalah api yang tetap menyala di tengah senja.
338 halaman
Ukuran A5 (14,8 x 21 cm)
Softcover glossy
Kertas Bookpaper 57
Dari kesepakatan rahasia di Malaka hingga dentuman meriam di Sunda Kelapa; dari kemegahan istana yang hilang hingga mitos Nyi Roro Kidul yang menjaga rahasia samudra.
Ketika sejarah mencatat kehancuran fisik sebuah kerajaan, buku ini mengungkap kelahiran sebuah ruh yang tak pernah mati. Sebuah perjalanan melintasi waktu untuk menemukan kembali jati diri yang terukir di batu, mengalir di sungai, dan bersemayam dalam setiap helai napas manusia Sunda.
Sebab Pajajaran bukan sekadar nama pada peta—ia adalah api yang tetap menyala di tengah senja.
338 halaman
Ukuran A5 (14,8 x 21 cm)
Softcover glossy
Kertas Bookpaper 57


